Sabtu, 16 Maret 2013


Oz, Pecundang pun Bisa Jadi Pahlawan




Oz the Great and Powerful merupakan film berdurasi 130 menit yang terinspirasi dari novel karya L. Frank Baum yang berjudul “The Wonderful Wizard of Oz“ pada tahun 1900-an dan juga film terdahulunya yang berjudul “The Wizard of Oz” pada tahun 1939.

Dengan mengangkat judul ‘Oz the Great and Powerful’, film ini disutradarai Sam Raimi, diproduksi oleh Joe Roth, Grant Curtis dan Joshua Donen, serta David Lindsay-Abaire dan Mitchell Kapner.

 
policymic.com

Oz the Great and Powerful merupakan film fantasi petualangan Amerika yang menceritakan Oscar Diggs (James Franco) yang seorang pesulap ‘gadungan’ dari sirkus keliling di Kansas, Amerika Serikat. Demi mengejar ambisi untuk menjadi orang terkenal, Oscar yang akrab disapa Oz ini sering mengesampingkan persahabatan, kasih sayang dan kepercayaan orang lain.

Pada suatu ketika ketika ia mendapat balasan dari kelakuannya itu, Oz kemudian melarikan diri dari sirkus keliling dengan menggunakan balon udara. Tanpa disangka, balon yang ditumpanginya terjebak di pusaran tornado dan mengancam jiwa Oz. Saat itulah Oz mengucapkan nazar kalau dirinya selamat dari bencana tersebut ia akan berbuat baik dan berguna bagi orang lain.

Harapan Oz pun terkabul dan ia mendarat di sebuah tempat yang sangat asing. Disana ia berjumpa dengan penyihir Theodora (Mila Kunis), yang menganggap kalau Oz adalah juru selamat kerajaan Emerald dari teror penyihir jahat. 

Melihat paras cantik Theodora, Oz pun mulai memainkan ilmu gombalnya. Dan tak membutuhkan waktu lama, Oz berhasil menggaet hati Theodora yang sangat serius untuk menjadi pendampingnya. Namun sang kakak, Evanora (Rachel Weisz) berusaha mempermainkan hati Theodora sekaligus menghasutnya untuk membenci saudara kandungnya Glinda (Michelle Williams) yang dianggap sebagai musuh besarnya.
 
 w3rkshop.com

Setelah sekian lama, akhirnya film Oz the Great and Powerful versi baru tentang dongeng negeri Oz kembali menghiasi layar lebar. Kali ini sutradara Sam Raimi, yang sukses menggarap trilogi Spider-Man mencoba sesuatu yang lebih ‘megah’ lewat kisah fantasi yang penuh keajaiban. Disini penonton akan melihat karakter Oz the Great and Powerful dari seorang pencundang menjadi pahlawan, ditengah dunia yang dikuasai oleh penyihir.

Karakter Oz the Great and Powerful inilah yang membuat kisah dari Oz the Great and Powerful menjadi sangat menarik. Oz tidak digambarkan sebagai sosok pria yang memiliki kekuatan khusus, perkasa dan rela berkorban. 

Namun ditengah gejolak jiwa Oscar untuk menolong dan mengambil keuntungan dari negeri Oz yang membuat film ini terasa penuh warna. Ditambah lagi dengan sikap sakit hati yang digambarkan karakter Theodora dan ketidakakuran dengan sesama saudara kandungnya, membuat penonton bertanya-tanya siapakah sosok penyihir jahat sebenarnya.

Jumat, 15 Maret 2013

7 Mainan Anak dengan Harga Selangit

 
Bagi orang tua, kebahagiaan anak adalah yang terpenting. Salah satunya adalah dalam membelikan mainan. Tetapi bagaimana jika harganya ternyata sangat mahal? Berikut tujuh mainan anak paling mahal yang pernah ada.



1. Lost in Space B-9 Robot
 
Mainan robot canggih ini dibuat sesuai dengan yang ada di serial Lost In Space. Setiap detail robot ini diproduksi ulang dari model aslinya mulai dari pola hingga cetak birunya. Sehingga tak heran robot ini dijual seharga US$ 25 ribu atau Rp 242 juta.


2. Sepeda Roda Tiga Titanium
 

Saat anak-anak memasuki usia balita, sepeda roda tiga akan jadi favoritnya. Sepeda roda tiga ini bisa jadi pilihan yang super mewah. Dibuat dari titanium, sepeda yang kemungkinan hanya akan dipakai hingga anak berusia 3-4 tahun ini harganya setara dengan cicilan rumah setahun yaitu US$ 2.500 atau Rp 24 juta.



3. Gold Nintendo Game Boy
 
Game Boy yang satu ini sepertinya bisa menimbulkan sensasi berbeda saat dimainkan. Bukan karena isi permainannya tapi karena benda tersebut dilapisi berlian dan emas 18 karat. Harga Game Boy ini US$ 30 ribu atau sekitar Rp 290 juta.


4. Playhouse

Bermain rumah-rumahan bisa jadi aktivitas yang merangsang daya imajinasi dan kreatifitas anak. Apalagi kalau anak bisa bermain di rumah-rumahan yang dibuat khusus agar pas dengan tinggi badan mereka. New England Lodge Playhouse yang dijual di situs PoshTots ini dilengkapi televisi, saluran air dan pengontrol udara. Harganya US$ 54 ribu atau Rp 523 juta.



5. Teddy Bear
 
Perusahaan mainan ternama asal Jerman, Steiff, merayakan hari jadi boneka Teddy Bear yang ke-125 dengan cara menarik. Perusahaan tersebut merilis 41 boneka Teddy Bear. Boneka yang dijual terbatas itu dilengkapi mulut yang terbuar dari emas dan mata dari batu safir. Salah satu boneka itu laku dilelang seharga US$ 195 ribu atau Rp 1,9 miliar.



6. Barbie
 

Boneka Barbie yang satu ini sungguh mainan istimewa. Hanya dibuat satu buah oleh seorang desainer perhiasan Australia, Stefano Canturi, Barbie tersebut mengenakan kalung berlian. Saat dilelang untuk penelitian kanker payudara, Barbie itu pun terjual seharga US$ 302.500 atau Rp 3 miliar.



7. Miniatur Lamborghini
 
Meskipun bentuknya mobil-mobilan, entah apakah benda berikut ini memang dijual untuk anak. Apalagi harga miniatur mobil Lamborghini ini mencapai US$ 4,8 juta atau Rp 46 miliar. Dengan harga tersebut, entah berapa banyak Lamborghini asli dengan model Aventador yang dijual seharga US$ 380 ribu bisa dibeli.


Rumah Shakespeare Dihancurkan

 
Kesadaran menjaga cagar budaya, sebuah tempat yang mengandung nilai sejarah tinggi tidak selamanya mudah dipraktekan. Bukan hanya di negeri kita, bahkan di Eropa yang selalu dibanggakan karena bisa menjaga warisan sejarahnya dengan baik, ternyata punya kisah unik. Apalagi ini terjadi pada tokoh sastra paling populer: Shakespeare.

Sebuah rumah di Inggris, diyakini menjadi tempat sang pujangga menulis sejumlah karya besarnya seperti The Tempest; dan tempat ia meninggal dunia pada 1616, menurut Yayasan Shakespeare Birthplace Trust.

 
 travelerfolio.com
Bangunan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting dan merupakan harta karun nasional.

Tetapi pandangan ini tidak disepakati oleh Francis Gastrell. Ia membeli rumah itu pada 1753 tapi ia merasa jengkel dengan banyaknya turis yang datang ingin melihat rumah tersebut, kata ahli sejarah arsitektur Gavin Stamp.

Gastrell juga disebut bersitegang dengan pejabat setempat karena masalah pajak.

Gastrell sebelumnya sudah mendapat cemoohan oleh warga setempat setelah ia menebang sebuah pohon mulberry yang ditanam oleh Shakespeare di kebun.

Kemudian saat kejengkelannya memuncak, ia menghancurkan seluruh rumah pada 1759 hingga tinggal hanya pondasinya tersisa.

Warga Statford-upon-Avon sangat marah dan Gastrell menjadi orang yang amat tidak populer hingga ia terpaksa pindah ke kota lain, kata Stamp. Dan, rumah itu dibangun kembali pada 1880 oleh pemerintah Inggris.

 
Peran Pemerintah Sangat Penting

Mengapa sebuah cagar budaya begitu mudah terbengkalai? Banyak penyebabnya. Salah satunya adalah karena dimiliki secara pribadi sehingga memerlukan biaya perawatan ekstra. Gawatnya, pemerintah seringkali tidak ikut turun tangan.

Seabad lalu, problema ini masih terjadi di belahan dunia barat. Seperti kasus di Inggris, selain rumah Shakespeare, ada banyak contoh lainnya. Misalnya, Pada 1808 Lady Howe menghancurkan villa milik Alexander Pope di Twickenham karena alasan serupa.

"Orang seperti Gastrell bisa melakukan apa saja yang mereka sukai, pemerintah saat itu tidak punya kekuasaan untuk menghentikan mereka. Orang percaya bahwa mereka memang memiliki hak absolut untuk menghancurkan properti milik mereka."

Ide bahwa negara bisa menghentikan seseorang melakukan apa saja pada properti milik pribadi dinilai konyol saat itu.

Bahwa warisan budaya Inggris layak dilestarikan adalah keyakinan sedikit orang radikal saja, kata ahli sejarah.

Tetapi setelah puluhan tahun menyaksikan bangunan-bangunan bersejarah hancur, masyarakat dan pemerintah bertekad melakukan sesuatu.

Tindakan yang dipelopori oleh John Lubbock, wakil rakyat dari Orpington di Kent, menjadi awal legislasi Undang Undang Monumen Kuno, yang memastikan warisan budaya Inggris harus dilestarikan.

Kesadaran itu telah tumbuh begitu besar, dan bagaimana dengan negara kita? Begitu banyak bangunan cagar budaya yang mengalami nasib tragis. Organisasi masyarakat yang peduli harus berjuang mati-matian agar pemerintah bisa sadar. 

Bila pemerintahan negara-negara di belahan barat sana telah menyadarinya sejak puluhan, bahkan seabad lalu, maka kapan negara ini mengambil tindakan serupa? Apakah ini pertanda negara kita begitu jauh terAtinggal ? Bagaimana menurut Anda?

Observatorium Terbesar di Dunia

 
Inilah observatorium terbesar di dunia, yang diberi nama ALMA ((Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array). Diresmikan pada Rabu (13/03/2013).
 
Berdiri di ketinggian 5000 meter dari permukaan laut, Chajnantor plateau (dataran tinggi Chjnantor), Chili. ALMA dilengkapi dengan 66 teleskop radio berbentuk antena besar yang memiliki diameter tujuh hingga 12 meter.
 
"Ini merupakan tonggak karena menjadi proyek observatorium terbesar yang pernah terwujud di dunia," kata seorang astronom ALMA, Giani Marconi.

Proyek diharapkan menyediakan informasi yang tidak tersedia sebelumnya yang mungkin membantu para ilmuwan untuk memahami asal-usul alam semesta. Para ilmuwan berharap meneliti gas dan debu yang membentuk bintang dan galaksi.

Giani Marconi mengatakan hal yang menjadikan ALMA spesial adalah di tempat tersebut hampir tidak ada uap.

"Hampir tidak ada uap sama sekali sehingga radiasi yang berasal dari objek angkasa, dari galaksi dan bintang, datang tanpa masalah, tidak diserap oleh atmosfir sendiri," tutur Marconi.

Pembangunan proyek memakan waktu lebih dari 10 tahun dan diperkirakan menekan biaya sebasar US$1,3 miliar, dan mendapat suntikan dana dari Cile, Amerika Serikat, Eropa, Kanada dan Jepang.
 




Sabtu, 09 Maret 2013

 Interior Kantor Google

Kalau soal desain kantor pasti tidak akan ada yang menyangkal kalau Google lah jagonya. Walaupun memegang bisnis jutaan Dollar bukan berarti Google memperlakukan karyawannya seperti robot.

Agar karyawan betah maka Google biasa mendesain kantor-nya se "fun" mungkin. Nah kali ini kita akan melihat luar biasanya desain interior kantor Google di Tel Aviv, Israel. Seperti apakah kantornya? Mari kita simak beberapa foto di bawah ini!
















































































Jumat, 01 Maret 2013


Mereka Mengorbankan Nyawa Demi Hidup Orang Lain

Pengorbanan terbesar dalam hidup adalah mengorbankan nyawa demi keselamatan orang lain. Pasti tak banyak orang yang mau mengambil resiko seperti ini. Dalam kehidupan nyata, 7 di antaranya tersaji di bawah ini.


1. Takeshi Miura and Miki Endo
 


Takeshi Miura and Miki Endo adalah petugas keselamatan yang berperan penting saat tsunami Jepang terjadi. Mereka berdua terus bertahan di pos dan menyerukan siaran agar semua penduduk segera lari menyelamatkan diri.

Ketika ombak tsunami tinggal 10 meter lagi menerjang, dua petugas ini tetap meneruskan siaran peringatan, dan ini dilakukan hingga saat-saat terakhir tubuh mereka berdua tewas disapu gelombang besar.
 



2. Vincent Coleman

 


Ledakan Halifax adalah ledakan mematikan yang terjadi di Nova Scotia, Kanada. Ledakan ini terjadi saat sebuah kapal sarat dengan amunisi bertabrakan dengan kapal lain sehingga api berkobar dahsyat, dan menyambar hingga ke daratan.

Vincent Coleman, seorang operator lalu lintas kereta berada di stasiun saat api mulai menyambar. Ia bertahan dan memperingatkan kereta lainnya agar berhenti supaya terhindar dari kobaran api tersebut. Peringatannya memang berhasil mencegah makin jatuh banyak korban, namun dirinya hangus terbakar api.



3. Arland Williams

 


Ketika Air Florida Flight 90 menabrak sebuah danau beku di tengah badai salju, nyaris semua penumpang tewas dan hanya 6 orang yang bertahan hidup. Sekitar 20 menit kemudian, helikopter penyelamat tiba dan melemparkan ban penyelamat ke arah mereka.

Arland Williams yang pertama menerima ban penyelamat tersebut. Anehnya, ia segera memberikan kepada orang di sampingnya. Helikopter kembali datang dan melemparkan lagi ban penyelamat, namun Arland terus melakukan hal yang sama hingga tiga kali terulang. Akhirnya di saat terakhir helikopter datang lagi, Arland sudah tewas. Ia mengorbankan hidupnya untuk keselamatan orang lain.



4. 12 Ilmuwan Rusia

 


Pengepungan di Leningrad, Rusia saat Perang Dunia II mengakibatkan jutaan orang mati kelaparan. Sebenarnya, ada 12 orang ilmuwan yang bisa selamat karena di laboratorium bank benih Pavlovs ada banyak sumber pangan.

Nyatanya mereka memilih untuk mati. Alasannya adalah karena benih-benih tersebut memang disimpan agar generai masa depan Rusia terjamin hidupnya. Di antara para ilmuwan, terdapat Alexander Stchukin, seorang spesialis kacang-kacangan yang ikut tewas.

Kisah ini mengingatkan pada pepatah, "Ayam mati di lumbung padi." Bedanya, para ilmuwan Rusia tersebut memilih mati demi masa depan Rusia.



5. Richard Rescorla

 


Richard Rescola adalah direktur keamanan di gedung Morgan Stanley, letaknya sangat dekat dengan gedung kembar yang luluh-lantak saat serangan 9/11 di Amerika Serikat.

Saat bencana ini terjadi, ia langsung memerintahkan semua orang di dalam gedungnya keluar. Ia tetap bertahan sampai orang terakhir berhasil dievakuasi. Akibatnya, Rescola mati di tempat. Namun pengorbanannya telah berhasil menyelamatkan setidaknya 2.500 orang.


6. John Robert Fox

 


Saat Perang Dunia II, Letnan John Robert Fox bertugas di Italia. Di kota Sommoclonia, pasukannya harus menghadang laju tentara Jerman. Tanpa gentar, Fox maju sendirian dan menghadang dengan tembakan artileri.

Bagaimanapun, upayanya ini harus berakhir karena serbuan tentara Jerman. Ketika akhirnya anak buah Fox merebut kembali posisi tersebut, tubuh Fox sudah terbujur kaku di samping kira-kira 100 tentara musuh yang tewas. Walau harus berkorban nyawa, Fox berhasil menunda laju tentara Jerman hingga pasukan sekutu datang merebut kota tersebut.

 

7. Ryan Arnold

 


Ryan Arnold menjadi satu contoh sebuah pengorbanan mengharukan demi kelangsungan hidup saudara kandungnya. Ketika Chad divoni dokter harus menjalani transplantasi hati, Ryan segera memeriksakan dirinya dan hasilnya memang ia paling cocok sebaga donor.

Tanpa pikir panjang, Ryan merelakan hatinya diambil untuk disumbangkan pada Chad. Pengorbanan nyawanya ini penuh resiko, namun ia berhasil membuat saudaranya tetap hidup.